Jumat, 10 Desember 2010

8 cara menghadapi anak nakal....

Kenakalan anak-anak kadang dapat memicu kemarahan kita sebagai orang tua dan bahkan ada yang sampai kehilangan kendali sehingga kasus pemukulan pun kadang kerap terjadi. Berikut ada 8 cara menanggulangi perilaku kenakalan anak–anak agar Anda juga tidak lepas kontrol. Semoga bermanfaat.
  1. BUAT PERATURAN INDONESIA JENIUS - IndonesiaJenius.com - Training Aktivasi Otak Tengah Terbaik di IndonesiaTerapkan peraturan pada anak-anak, seperti jam berapa mereka harus belajar, dsb. Buatlan peraturan yang sederhana, Anda dapat memulainya dengan membuat list ‘’Hal-hal yang boleh dan tidak boleh”. Diskusikan hal ini dengan anak-anak Anda, agar mereka mengerti dan konsekwensi apa yang akan mereka dapat jika melanggar peraturan yang telah Anda terapkan.

  2. MENCEGAH LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI
    Jika Anda merasa tingkah laku anak sudah mulai di luar dari normal, segera alihkan perhatiannya ke hal lain, seperti ajak bermain dengan mainan kesukaan mereka yang lainnya.
  3. PAHAMI TINGKAH LAKU ANAK ANDA
    Identifikasi secara teratur perilaku kenakalan anak Anda. Jika memungkinkan tulislah setiap kali kenakalan anak Anda memuncak dalam sebuah catatan harian, terangkan dalam tulisan bagaimana kenakalan tersebut terjadi, pemicunya dan apa yang mereka lakukan setelah melakukan suatu kenakalan. Dari catatan Anda ini, kita dapat melihat pola dari perlikaku kenakalan mereka, seperti hal tersebut sebelumnya, apa saja pemicunya dan pertimbangkan segala akibat yang akan terjadi di waktu yang akan datang jika hal ini tidak Anda tindak lanjuti. Amati terus sekiranya apa yang menyebabkan kenakalan anak Anda. Tanyakan kepada diri Anda juga, apakah selama ini Anda sudah memberikan perhatian yang cukup? Jangan salahkan diri Anda jika melihat perilaku anak Anda yang kerap membuat diri kita pusing, tetapi carilah jalan keluarnya agar kenakalan mereka dapat kita atasi.
  4. MENERAPKAN KEDISIPLINAN
    Cobalah untuk mengamati jenis tindakan kedisiplinan yang Anda terapkan kepada mereka, contohnya: minta mereka untuk berdiam barang sejenak di kursinya, dilarang bermain dengan mainan kesayangannya selama beberapa saat, dll. Kaji kembali apakah Anda cukup lunak terhadap segala kenakalan mereka? Atau mungkin kedisiplinan harus lebih dikencangkan lagi?
  5. 5 MENIT
    Jika suasana semakin tegang dan kemarahan Anda dan sang anak sudah mulai memuncak, ingatlah untuk selalu dapat menahan dan meredam kemarahan Anda sedikitnya selama 5 menit. Ambil napas dalam-dalam dan bertanyalah dalam hati “Mengapa saya marah?”. Coba untuk mengidentifikasi permasalahan dan temukan jalan keluarnya.
  6. HINDARI MEMUKUL ANAK JIKA SEDANG MARAH
    Sebuah riset menunjukkan bahwa memukul Anak tidak akan menolong Anda, apalagi jika pemukulan kepada anak-anak selagi hati Anda sedang dipenuhi amarah hal ini justru akan merusak jiwa Anak Anda. Hindari memukul Anak Anda jika dada Anda sedang dipenuhi rasa amarah. Memukul Anak-anak sebagai kompensasi dari tindakan kenakalan mereka sangat tidak efektif.
  7. JANGAN BERTERIAK
    Anda tentu tahu bahwa bahwa setiap luapan kata-kata Anda ketika kita tidak tahan melihat kenakalan anak juga dapat menyakitkan hati mereka. Hindarilah berteriak jika sedang dalam keadaan marah. Jika mereka melakukan kesalahan, ingatkan bahwa yang baru saja mereka lakukan adalah salah dan membuat Anda marah. Ingatlah: Be angry at what they did, NOT at who they are.
  8. GET AWAY
    Ketika rasa frustasi dan kemarahan sudah mulai menggandrungi Anda, akibat kenakalan mereka, usahakan rasa ini dapat Anda hilangkan tanpa harus menyakiti anak-anak. Teleponlah teman Anda untuk berbagi rasa atau titipkan Anak Anda kepada seseorang yang Anda percaya. Berikan waktu luang untuk dapat beristirahat sejenak kepada diri Anda sendiri, seperti berolah raga atau hanya untuk keluar dari rumah sejenak. Jangan hanya berdiam sendirian dengan mereka jika Anda sedang marah.
Sumber : Sylvie Gill - Practical Parenting Advice
Aktivasi Otak Tengah Indonesia Jenius terbaik di Indonesia pendidikan anak brainwave untuk pelatihan otak kanan kiri menjadi cerdas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar