Rabu, 10 November 2010

TIPS: 10 Cara Memotivasi Anak


Kesal karena si kecil kurang bersemangat dan cepat putus asa?
Ada kok cara bijak untuk 'mengomporinya'.
INDONESIA JENIUS - IndonesiaJenius.com - Training Aktivasi Otak Tengah Terbaik di Indonesia"Kenapa ya, Mona tidak seperti Sherly," keluh Bu Dewi (30 tahun) suatu ketika kepada suaminya. Ia merasa, anaknya yang masih TK Nol Besar itu kalah jauh dengan teman sekelasnya, anak Bu Lusi itu. "Sherly sudah bisa menulis a-b-c-d dengan lancar. Nulisnya rapi lagi. Si Mona kok nggak bisa seperti itu? Tulisannya berantakan. Nulis b juga masih sering keliru dengan d."
Lain lagi dengan Adi (5 tahun), anak Bu Diana. Ia selalu rewel kalau hendak memakai sendiri sepatu kets-nya. "Ma, gimana sih, makainya?"   "Ah, masa begitu saja nggak bisa," ibunya menyindir. "Kan tinggal dimasukkan saja, kakinya."  "Nggak bisa, Ma," Adi setengah berteriak. "Ya sudah, nggak usah pakai sepatu!" Adi pun menangis.
Memang sih, tidak mudah mengharapkan anak untuk dapat melakukan sesuatu secara cerdas, benar, apalagi cepat. Tapi, jangan salah. Pada usia pra-sekolah, usia 3-5 tahun, sebenarnya anak punya motivasi yang kuat untuk belajar lho! Yang sudah diperolehnya pada kurun waktu ini pun banyak. Ia, misalnya, sudah dapat menerjemahkan ekspresi wajah orang, mengungkapkan perasaan, membedakan mana yang salah dan benar, serta sudah punya rasa malu dan bersalah.

TIPS: 10 Cara Memotivasi Anak


Ada kok cara bijak untuk 'mengomporinya'.

INDONESIA JENIUS - IndonesiaJenius.com - Training Aktivasi Otak Tengah Terbaik di Indonesia"Kenapa ya, Mona tidak seperti Sherly," keluh Bu Dewi (30 tahun) suatu ketika kepada suaminya. Ia merasa, anaknya yang masih TK Nol Besar itu kalah jauh dengan teman sekelasnya, anak Bu Lusi itu. "Sherly sudah bisa menulis a-b-c-d dengan lancar. Nulisnya rapi lagi. Si Mona kok nggak bisa seperti itu? Tulisannya berantakan. Nulis b juga masih sering keliru dengan d."
Lain lagi dengan Adi (5 tahun), anak Bu Diana. Ia selalu rewel kalau hendak memakai sendiri sepatu kets-nya. "Ma, gimana sih, makainya?"   "Ah, masa begitu saja nggak bisa," ibunya menyindir. "Kan tinggal dimasukkan saja, kakinya."  "Nggak bisa, Ma," Adi setengah berteriak. "Ya sudah, nggak usah pakai sepatu!" Adi pun menangis.
Memang sih, tidak mudah mengharapkan anak untuk dapat melakukan sesuatu secara cerdas, benar, apalagi cepat. Tapi, jangan salah. Pada usia pra-sekolah, usia 3-5 tahun, sebenarnya anak punya motivasi yang kuat untuk belajar lho! Yang sudah diperolehnya pada kurun waktu ini pun banyak. Ia, misalnya, sudah dapat menerjemahkan ekspresi wajah orang, mengungkapkan perasaan, membedakan mana yang salah dan benar, serta sudah punya rasa malu dan bersalah.

TIPS: 10 Cara Memotivasi Anak


Ada kok cara bijak untuk 'mengomporinya'.

INDONESIA JENIUS - IndonesiaJenius.com - Training Aktivasi Otak Tengah Terbaik di Indonesia"Kenapa ya, Mona tidak seperti Sherly," keluh Bu Dewi (30 tahun) suatu ketika kepada suaminya. Ia merasa, anaknya yang masih TK Nol Besar itu kalah jauh dengan teman sekelasnya, anak Bu Lusi itu. "Sherly sudah bisa menulis a-b-c-d dengan lancar. Nulisnya rapi lagi. Si Mona kok nggak bisa seperti itu? Tulisannya berantakan. Nulis b juga masih sering keliru dengan d."
Lain lagi dengan Adi (5 tahun), anak Bu Diana. Ia selalu rewel kalau hendak memakai sendiri sepatu kets-nya. "Ma, gimana sih, makainya?"   "Ah, masa begitu saja nggak bisa," ibunya menyindir. "Kan tinggal dimasukkan saja, kakinya."  "Nggak bisa, Ma," Adi setengah berteriak. "Ya sudah, nggak usah pakai sepatu!" Adi pun menangis.
Memang sih, tidak mudah mengharapkan anak untuk dapat melakukan sesuatu secara cerdas, benar, apalagi cepat. Tapi, jangan salah. Pada usia pra-sekolah, usia 3-5 tahun, sebenarnya anak punya motivasi yang kuat untuk belajar lho! Yang sudah diperolehnya pada kurun waktu ini pun banyak. Ia, misalnya, sudah dapat menerjemahkan ekspresi wajah orang, mengungkapkan perasaan, membedakan mana yang salah dan benar, serta sudah punya rasa malu dan bersalah.

Selasa, 09 November 2010

Rahasia Menjadi Orang Jenius....















INDONESIA JENIUS - IndonesiaJenius.com - Training Aktivasi Otak Tengah Terbaik di IndonesiaKita harus berterima kasih pada para genius. Faktanya, dunia kita ini dihela oleh para genius itu yang tersebar dalam berbagai bidang kehidupan. Merekalah yang menemukan dan menciptakan berbagai hal yang membuat kita menjadi semaju sekarang ini. Jumlah mereka hanya kurang dari 2%, tapi di tangan merekalah nasib umat manusia bertumpu. Sebutlah beberapa genius! Nama pertama yang muncul mungkin Albert Einstein, Bill Gates, Habibie, dan seterusnya.
Tapi bukan hanya ilmuwan yang bisa disebut genius, mereka yang menjalankan usahanya sehingga maju dan berkembang pesat dan mampu memberi pekerjaan kepada banyak orang pun layak disebut genius. Begitupun para pemimpin masyarakat yang berhasil membawa yang dipimpinnya makmur sejahtera adalah orang-orang genius.
Nah, ingin jadi “THE NEXT GENIUS?”



10 Cara Berkomunikasi dengan Anak



INDONESIA JENIUS - IndonesiaJenius.com - Training Aktivasi Otak Tengah Terbaik di IndonesiaTahukah Anda bahwa hampir 85% permasalahan pada anak  terjadi akibat cara komunikasi orang tua yang salah?
Anak malas belajar, suka berbohong, tidak punya semangat, tidak disiplin dan minder adalah beberapa contoh permasalahan yang timbul akibat cara komunikasi orang tua yang salah ke anak. Sedangkan orang tua yang mengerti cara berkomunikasi yang benar akan memiliki anak yang tumbuh percaya diri, disiplin, memiliki motivasi dari dalam diri dan akan mengalami minim permasalahan pada anaknya.
Setiap anak adalah unik dan berbeda baik dari sisi kepribadian,  karakter maupun kebutuhan emosinya. Di paket pembelajaran ini, Anda akan belajar dan mengetahui hal-hal seperti:
Apa tipe kepribadian anak Anda sehingga Anda bisa mengetahui apa yang disukai atau dibenci oleh anak Anda. Anda juga akan mengerti bagaimana memberikan motivasi sesuai dengan tipe kepribadian anak Anda.
  • Cara salah yang sering digunakan orang tua dalam menasehati anaknya sehingga anak bisa tumbuh

Rabu, 03 November 2010

Kisah Inspiratif: Kisah Cinta Seorang Anak


Surat Untuk Mommy
anak_-_IndonesiaJenius.com_-_Training_Aktivasi_Otak_Tengah_Terbaik_di_IndonesiaDua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja.
Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.
Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.

Senin, 01 November 2010

Tips Mendidik Anak Berkata Jujur



anak_indonesia_jenius_04_-_indonesiajenius.comBERSIKAP dan berkata jujur sebaiknya diajarkan kepada anak sejak usia dini. Yang paling penting dilakukan orangtua adalah mendidiknya dengan cara yang lembut dan memberikan contoh yang baik.
Ketika Dylan Bocanegra berusia tiga tahun, dia selalu berbohong dan menyalahkan kucing yang dipelihara keluarganya, Bamboo, untuk hampir semua kelakuan nakalnya. Apalagi mengingat ibunya, Eva-Marie Fredric, adalah seorang produser film dan opera sabun di Los Angeles, Amerika Serikat. Saat terlihat gambar dari krayon mengotori seluruh dinding ruang tamu, Dylan mengatakan, Bamboo yang melakukannya.
Saat botol plastik masuk ke dalam toilet? Bamboo juga yang disebut melakukannya. Asap mengepul dari TV? Yap, pasti kita tahu siapa yang akan disalahkan. ”Seperti kebanyakan seorang balita, Dylan memiliki imajinasi dan kemampuan bercerita yang tinggi,” kata Fredric. ”Kucing kami menjadi kambing hitam untuk semua kesalahan yang dia lakukan,” lanjutnya.
Namun, itu kejadian setahun lalu. Dylan kini tumbuh menjadi anak yang manis, tapi beberapa hal memang tidak pernah berubah. Seperti juga anak prasekolah yang lain, sejak masa lalu hingga kini, mereka selalu melakukan seperti yang dia mau lakukan dan kadang berkelit dari kebenaran. Anakanak prasekolah (usia 3–5 tahun) memang sedang belajar untuk memahami garis antara realitas dan fantasi.